Secara
etimologis, kata “drama” berasal dari yunani “dran” yang berarti berbuat. Orang
yunani menyebut kata drama “draomai” berarti perbuatan meniru. Menurut morris,
“drama term derived from greek verbs, ‘dran ‘ meaning ‘act’ to ‘do’ maksudnya
adalah drama dari kata kerja dran yang berarti berbuat.[1]
Drama adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dengan maksud
dipertunjukkan.[2] Secara
sederhana, makna dapat pula bermakna peran.
Unsur-Unsur Drama
unsur-unsur
drama ialah bagian terkecil atau
pendukung dalam suatu pementasan drama yang membantu agar pementasan tersebut
dapat berjalan dengan baik dan memiliki kedan tersendiri bagi penonton. Dalam
suatu pementasan tanpa adanya unsur-unsur pendukung maka pementasan tersebut
tidak akan menarik dan terkesan tidak natural atau tidak realis. Pada
kenyataannya dalam setiap unsur-unsur pementasan memiliki peran penting bagi
actor drama tersebut Karena setiap unsur-unsur pementasan memiliki peran
penting bagi actor drama tersebut karena setiap actor menjalankan perannya maka
actor tersebut harus memiliki motivasi dalam bertindak dan berfikir secara
logis dalam menggunakan unsur-unsur tersebut.[3]
C.
Unsur
Intrinsik Drama
Adalah unsur-unsur pembentuk drama dari dalam.
komponen-kompenen yang termasuk sebagai unsur intrinsik drama antara lain
adalah:
1. Tema
Tema
dalam drama merupakan salah satu unsur intrinsik drama.
2.
Alur
Yang dimaksud alur dalam drama adalah jalan
cerita dari sebuah pertunjukkan drama mulai babak pertama hingga babk terakhir.
Alur disebut juga dengan istilah plot.
3.
Tokoh
Yang dimaksud tokoh yaitu pemeran
yang ada dalam cerita. Tokoh dibedakan menjadi beberapa jenis misalnya seperti
tokoh protagonist atau tokoh utama serta tokoh figuran yang menjadi peran
pembantu.
Terdapat
pula unsur penokohan atau perwatakan. Unsur ini dapat dilakukan dengan
menyebutkan langsung didalam cerita (analitik) maupun tidak langsung
(dramatik).
4.
Latar/setting
Latar terdiri dari latar tempat
untuk menggambarkan lokasi drama, latar waktu untuk memberi info kapan
terjadinya adegan dalam drama serta latar situasi untuk menjelaskan suasana
dalam cerita di drama tersebut.
5.
Dialog
Dialog merupakan serangkaian
percakapan dalam cerita. Cialog bisa terdiri satu tokoh denga tokoh lain, bisa juga berupa dialog sendiri
atau disebut sebgai monolog, adanya dialog memberi penjelasan terkait jalannya
cerita, biasanya juga disertai gaya atau mimic wajah.
6.
Bahasa
Bahasa merupakan kata-kata yang
digunakan dalam percakapan cerita drama. Bahasa juga bisa menggambarkan watak
tokoh, latar, maupun peristiwa yang sedang terjadi.
7.
Konflik
Konflik adalah pertentangan atau
masalah yang terjadi pada suatu drama. Adanya konflik menjadi inti permasalahan
yang ada dalam drama. Dalam sebuah drama bisa terjadi 1 konflik atau bahkan
lebih.
8.
Amanat
Yang tak kalah penting dalam
unsur-unsur drama adalah amanat. Yang dimaksud amanat adalah pesan yang ingin
disampaikan oleh pengarang kepada penonton. Amanat drama atau pesan disampaikan
melalui peran para tokoh dalam cerita drama.
D. Unsur ekstrinsik drama
Merupakan unsur-unsur pembentuk
drma dari luar. Komponen-komponen yang termasuk sebagai unsur ekstrinsik drama
antara lain adalah:
1.
Latar belakang
pengarang
2.
Nilai agama dan
kepercayaan
3.
Kondisi politik
Negara
4.
Psikologis
pengarang
5.
Situasi sosial
budaya
Hal-hal
diatas termasuk unsur ekstrinsik drama, hal-hal tersebut menjadi faktor luar
yang mempengaruhi dibuatnya suatu drama.
[1] Emzir Dan Saifur Rohman, Teori Dan Pengajaran
Sastra, Cet. Ke-2 (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2016). hlm. 262
[2] Dosen Pendidikan, Makalah Pengertian Drama
Diakses Dari Https://Www.Dosenpendidikan.Co.Id/Pengertian -Drama/2013 Pada
Tanggal 8 April 2020 Pukul 16:00 Wib.
[3] Nishpi mln, makalah
unsur-unsur drama diakses dari
https://www.academia.edu/38172886/unsur-unsur_drama pada tanggal 10 april 2020
pukul 20:34
Tidak ada komentar:
Posting Komentar